Monday, November 8, 2010

Mereka Dulu Seorang Pria

Menjadi seorang transeksual seringkali menjadi cemoohan dan terpinggirkan. Tetapi, tidak bagi empat pesohor di dunia hiburan berikut ini. Mereka mampu menjadi orang sukses meskipun berstatus transeksual dan hal itu tidak menghalanginya dalam berkarya.
 
1. Harisu
Harisu
Harisu adalah nama panggung dari Lee Kyung-eun, seorang transeksual yang menjadi penyanyi, model dan aktris terkenal asal Korea Selatan. Secara biologis, Harisu yang lahir pada 17 Februari 1975, adalah seorang pria. Ia teridentifikasi sebagai seorang wanita pada saat masih kecil dan menjalani oeprasi pergantian kelamin pada 1990an.

Harisu tercatat sebagai seorang seniman Korea pertama yang seorang transseksual. Pada 2002 ia secara hukum mengganti jenis kelaminnya menjadi seorang wanita. Perhatian publik pertama kali tertuju padanya ketika Harisu tampil dalam sebuah iklan. Iklan tersebut cukup sukses dan membuat kariernya dalam dunia hiburan makin menanjak. Ia pun mengembangkan kariernya dalam bidang musik dan akting.

Sampai saat ini Harisu memiliki lima album rekaman yang terdiri dari berbagai aliran musik seperti tekno dan R&B. Lagunya juga ada yang direkam dalam bahasa mandarin. Pada 2001, Harisu mendapatkan kesempatan untuk berakting dalam film Yellow Hair 2. Sejak saat itu ia pun kebanjiran tawaran untuk membintangi sejumlah film seperti Hi!Honey dan serial drama Korea seperti Colour Blossoms.

Kehidupan percintaannya pun berjalan normal. Pada 19 Mei, 2007, Harisu menikah dengan Micky Jung. Mereka sebelumnya sudah berpacaran selama dua tahun. 

2. Nong Tum
Nong Tum
Lahir sebagai bayi laki-laki pada 9 Juni 1981, Parinya Kiatbusaba kini lebih populer dikenal sebagai Nong Tum. Ia merupakan 'kathoey' (pelaku transeksual dari pria menjadi wanita) paling terkenal di Thailand.

Uniknya, sebelum berubah menjadi wanita, Nong Tum adalah seorang petinju (Muay Thai atau tinju ala Thailand).

Sejak kecil sebenarnya, ia sebenarnya sudah menyadari ada berbeda dari dirinya. Namun, karena orangtuanya tidak mengetahui hal itu, Nong Tum didaftarkan ke sebuah kamp tinju. Dan ternyata, meskipun pembawaannya lebih feminin dibandingkan petinju lainnya, Nong Tum tergolong sebagai petinju  berbakat.

Ia pun akhirnya mengikuti sejumlah pertandingan. Walau awalnya uang kemenangan ingin ia gunakan untuk operasi ganti kelamin, tetapi ternyata Nong Tum mencintai olahraga tinju.

Kehidupan publiknya dimulai pada Februari 1998, setelah memenangkan pertandingan di Bangkok Lumpini Boxing Stadium, pusat dunia Muay Thai. Media Thailand mulai menyadari ada satu atlet yang feminin, dan gemar mencium serta memeluk lawan mainnya yang lebih kekar.

Setelah itu, Nong Tum makin terkenal, karena sering muncul di majalah dan televisi.

Ia pun akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin pada 1999, sesaat setelah berhenti menjadi petinju. Selepas itu, Nong Tum beralih profesi sebagai penyanyi.

Kisahnya cukup terkenal, dan diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Beautiful Boxer' pada 2003. Film ini menuai banyak pujian dan memenangkan sejumlah penghargaan. Kehidupan Nong Tum sebagai transeksual juga merupakan bagian dari buku 'Ladyboys: The Secret World of Thailand's Third Gender'.

Pada Februari 2006, Nong Tum membuat comeback sebagai petinju wanita. Ia beberapa kali memenangkan pertandingan. Hingga akhirnya pada 2010, Nong Tum membuka kamp tinju miliknya, dan menjadi pelatih tinju.

Israel Larang Adzan Dikumandangkan

Liputan6.com, Yerusalem: Israel lagi-lagi menekan kehidupan beragama warga Palestina. Kali ini, pihak berwenang di Israel melarang Masjid Al Ibrahimi di Palestina, tepi Barat, untuk mengumandangkan adzan yang biasa terdengar di setiap waktu salat.

Seperti dilansir islamidvet.com, larangan karena panggilan itu mengganggu warga Israel yang sedang melaksanakan perayaan. Bukan kali ini saja pihak berwenang Israel memberlakukan ketentuan itu. Paling itu, hal itu sudah dilakukan sebanyak 54 kali.

Selain itu, militerIsrael juga memberlakukan pembatasan dan memperketat penjagaan di pintu utama dan rute yang mengarah ke Masjid. Sejauh ini, pemerintah Israel belum memberikan keterangan atas pemberitaan masalah ini.(islamidavet/DES/SHA)