Monday, November 1, 2010

Benarkah Otak Orang Gemuk Lebih Kecil

Pasangan menikah menjadi gemuk
 
VIVAnews - Orang dengan obesitas, sesuai indeks massa tubuh, memiliki ukuran area otak tertentu yang lebih kecil dibandingkan orang dengan berat badan ideal.

Berdasar penelitian yang dilakukan terhadap 91 remaja, 54 di antaranya kategori gemuk, tingkat obesitas berhubungan dengan ukuran suatu wilayah di otak yang terlibat dalam perilaku impulsif dan kontrol diri.
Proporsi area yang lebih besar terlihat di otak mereka yang memiliki berat badan ideal. Sedangkan proporsi lebih kecil terlihat di otak mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Selain menjalani scan otak menggunakan pemindai MRI, semua partisipan diminta menjawab pertanyaan melalui kuesioner mengenai pola makan harian. Selain itu, mereka juga diminta menjalani serangkaian tes kognitif untuk mengevaluasi kondisi area otak tertentu.

Para peneliti kemudian mencoba membalik logika. Mereka berusaha melihat kemungkinan adanya hubungan ukuran proporsi otak dengan pola makan dan gangguan kesehatan yang biasa dialami pederita obesitas.
"Tapi temuan ini tidak sesederhana bahwa anak-anak dengan masalah berat badan tidak memiliki keinginan kuat untuk menurunkan berat badan," kata Dr Antonio Convit, salah satu peneliti studi, kepada LiveScience. "Ini hanya menunjukkan kaitan, bukan sebab akibat."
Convit mengatakan, obesitas mungkin memicu pengecilan area tertentu pada otak sehingga mengacaukan kontrol konsumsi makan.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan University of California menunjukkan bahwa obesitas membuat otak mengerut. Temuan itu kemudian digunakan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan tingkat risiko Alzheimer atau kepikunan. (pet)

Sunday, October 31, 2010

mencoba berpikir ruwet

Indonesia benar - benar negara yang makmur, kaya hasil bumi, kaya akan penduduk, kebudayaan. aku pikir cuma Indonesia yang punya banyak hal seperti itu, hampir sempurna. tapi kenapa menjadi terlalu sempurna ? penduduknya ingin menjadi sempurna. 

aku tidak tahu apa yang kupikirkan ini benar atau tidak, tapi kebenaran hanya milik Allah SWT.

orang Indonesia seakan gelap mata, tidak kuat melihat lahan kosong, yang pasti akan direncanakan suatu pembangunan di lahan tersebut. aku tidak melarang suatu pembangunan, apalagi perkembangan. tetapi haruskah pembangunan itu mengorbankan alam yang memberi kita kehidupan di bumi ini ? layaknya air susu dibalas air tuba kita menghancurkan alam. aku tidak tahu apakah pembangunan tersebut benar benar suatu bangunan hijau ? hijau darimana ? karena banyaknya tanaman yang mengelilingi pembangunan tersebut ? tapi apakah lahan yang mereka gunakan masih seimbang dengan iklim indonesia yang tropis dengan curah hujan tinggi ? apakah banjir dapat diatasi dengan pembangunan yang didasarkan oleh bangunan hijau ? aku tidak mengerti, lalu apa maksudnya ?

adakah suatu hasil karya yang mencirikan jati diri Indonesia ? globalisasi boleh, tapi jangan terlalu berlebihan. bagaimana jika istana negara diganti dengan salah satu desain arsitektural tradisional khas Indonesia ? bukankah akan lebih membanggakan ? 

ibukota Indonesia sendiri sudah penuh dengan bangunan bertingkat. berlomba untuk menjadi yang paling tinggi, yang paling hebat. lupakah kita dengan Allah ? 

aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran mereka, tentang keagungan, tentang ketenaran, tentang kehebatan, tentang kekuasaan. 

tidakkah mereka berpikir berlandaskan hati ? apakah mereka melupakan hati kecil mereka ? bahkan kita sendiri tidak tahu apakah kita sudah benar atau tidak. 

uang dapat membeli darah, uang dapat membeli pencegahan, uang dapat membeli pengobatan. apakah uang dapat membeli anti-bencana ? apakah uang dapat membeli agama ? apakah uang dapat membeli kehidupan ? apakah uang dapat membeli Tuhan ? bahkan cinta pun tidak mau dibeli.